Kebun Raya Balikpapan, 250 Hektar

May 27, 2008

Pemkot Balikpapan saat ini tengah mempersiapkan pembangunan hutan konservasi dalam bentuk Kebun Raya Balikpapan (KBR) seluas 250 hektare yang berada di kawasan Kilometer 15 Hutan Lindung Sungai Wain (HLSW) Kelurahan Karang Joang Balikpapan Utara (Balut).

Pembangunan KRB yang cukup strategis dalam mendukung tekad Balikpapan untuk menjadi salah satu daerah tujuan wisata yang di dalamnya meliputi penelitian, edukasi sehingga masyarakat dapat menikmati alam hutan dan tumbuhan Kalimantan.

Menurut Keterangan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Drs H Syahrumsyah Setya MSi, rencananya KBR akan dimulai pembangunannya tahun ini (2008, Red) yang akan dihadiri Menteri Pekerjaan Umum (PU) Ir Djoko Kirmanto Dipl.HE, Menteri Kehutanan MS Kaban, Gubernur Kaltim Drs Yurnalis Ngayoh MSi, Ketua LIPI Prof Dr Umar AJ, Apt MSc dengan total undangan sebanyak 300 orang, dimana separo diantaranya pejabat PU pusat.

“Dalam acara tersebut juga dilakukan diskusi ilmiah master plan mengenai KBR, semacam road show,” terang Syahrum ketika ditemui Post Metro, di ruang kerjanya, Selasa (27/5). Ia melanjutkan, diskusi ilmiah berlangsung Senin 2 Juni di Hotel Gran Senyiur, Selasa dilanjutkan dengan kunjungan ke lapangan dan diskusi ilmiah di aula balaikota.

Selain itu, usai melakukan peletakan batu pertama, lanjut dia, rombongan akan menyempatkan meninjau Waduk Manggar. Syahrumsyah menuturkan, nantinya keberadaan KRB memiliki perbedaan dibanding dengan Kebun Raya Samarinda (KRS). Didalam KRB nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas jembatan gantung, selain itu juga tidak ada unsur entertaiment di dalamnya. “Seperti ada panggung hiburan musik. Semuannya murni untuk melestarikan hutan,” sebut dia.

Dalam tahap pertama pembangunan fisik KRB, lanjut dia, akan menelan anggaran fisik sebesar Rp 1 miliar. Syahrumsyah mejelaskan bahwa saat ini aspek-aspek perizinan diantaranya Detail Engineering Design (DED), Master Plan, Amdal telah rampung. “Pembangunan fisik meliputi, jalan masuk, kantor serbaguna, ticket box, pembibitan permanen,” paparnya seraya menyebutkan, KRB tidak merusak HLSW yang memiliki luas sekira 9 hektare dan terbagi tiga kawasan diantaranya hutan virgin atau belum pernah dijamah, terbatas dan penempatan. Sehingga pembangunan KRB hanya dilakukan di hutan penempatan yang merupakan hutan sekunder pernah mengalami kebakaran dengan luas 250 hektare. “Namun dalam pembangunannya akan dilakukan secara bertahap yaitu 140 hektare terlebih dahulu,” ungkapnya.

HLSW sendiri menyimpan banyak keanekaragaman hayati misalnya sekitar 200 spesies burung, serta berbagai satwa langka antara lain payau (rusa sambar), orangutan (Pongo pygmaues) serta beruang madu (Helarctos malayanus) yang merupakan binatang langka maskot kota Balikpapan.(aya)

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: