XXI Opening 22 December
November 28, 2008
Rencana opening XXI Pabas untuk memutar film Holywood perdana di Balikpapan tanggal 22 Desember 2008 ini menjadi momen yang dinantikan. Progress di Pabas yang dikebut untuk mewujudkan rencana tersebut dikerjakan siang dan malam. Meliputi akses masuk ke gedung parkir 8 lantai, Koridor XXI, Akses dari Gedung Parkir ke XXI dan Lobby XXI. Food Court-pun yang berada dilevel yang sama tidak mau ketinggalan melakukan fitting out, dan nampak progress kemajuan yang bagus. Pemasangan Lift di gedung parkir saat ini sedang dalam progress, diharapkan dalam waktu dekat ini sudah dapat dioperasikan dengan baik.
Food Court Progress
Food Court Progress
Food Court Progress
Counter at XXI Pabas Progress
Lobby XXI at Pabas Progress
Counter at XXI Pabas Progress
Counter at XXI Pabas Progress
2009, Bebas Byar Pet Listrik
November 28, 2008
Janji PLN saat Dialog dengan KNPI dan OKP
BALIKPAPAN–Kepala PLN Cabang Balikpapan, Rahimuddin didampingi Manajer Niaga PLN Wilayah Kaltim, Erfit Meizon benar-benar dibuat ‘babak belur’ setelah dihajar berbagai pertanyaan kritis menyangkut seringnya byar pet listrik usai penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII. PLN diblejeti habis-habisan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Balikpapan dan Organisasi Kepemudaan (OKP) yang kemarin mendatangi kantor PLN Cabang Balikpapan.
“PLN tidak transparan soal byar pet listrik, makanya masyarakat kesal. Humas PLN yang semestinya memberikan informasi ke masyarakat, tidak berfungsi,” protes seorang aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menjadi peserta diskusi dengan manajemen PLN, kemarin.
Tidak transparannya PLN karena selama ini manajemen PLN Balikpapan tidak memberikan penjelasan langsung ke publik setiap kali terjadi byar pet listrik diluar jadwal yang telah ditetapkan. Padahal di jajaran PLN Balikpapan terdapat Bagian Humas yang semestinya secara proaktif memberikan informasi ke publik.
Berbagai pertanyaan serta protes atas buruknya kinerja PLN terlontar hingga akhirnya PLN memberikan jaminan, awal tahun 2009 tidak akan lagi terjadi byar pet listrik seperti sekarang.
Dialog yang digagas KNPI dan OKP dimoderatori langsung oleh Ketua DPD KNPI Balikpapan, Ir Muhaimin MT, sedangkan audiens yang hadir berasal dari jajaran pengurus KNPI dan perwakilan OKP di Balikpapan.
Sebelum sesi tanya jawab dimulai, Rahimuddin menjelaskan secara gamblang soal kendala yang dihadapi PLN serta jaminan dari PLN bahwa Kaltim khususnya Balikpapan akan bebas byar pet listrik tahun 2009. ”Kami menjanjikan awal 2009 mendatang, Kaltim (khususnya Balikpapan, Red.) bebas byar pet. Tetapi untuk itu semua, kami mohon dukungan dari semua warga,” tandas Rahimuddin.
Dihadapan audiens, Rahimuddin memaparkan, tentang kondisi kelistrikan di Sistem Mahakam. Dijelaskan oleh Rahimuddin, pertumbuhan energi listrik di Balikpapan sangat tidak sebanding dengan kecepatan penyediaan listrik oleh PLN. Saat ini, daftar tunggu yang ada di Balikpapan sebanyak 21.300 pelanggan dengan daya 78,9 MW. Sedangkan, saat ini PLN Balikpapan sedang kekurangan cukup banyak daya. Pada penghitungan terakhir, daya mampu PLN pada malam hari 182 MW sedangkan beban puncak berada di angka 200 MW. Terjadi kekurangan daya sebesar 18 MW. Untuk menutupi itu, PLN terpaksa melakukan pemadaman di beberapa tempat.
”Tetapi yakinlah, pilihan pertama jika memang harus melakukan pemadaman adalah kawasan industri dan bisnis. Hotel yang paling sering kami jadikan sasaran,” ungkap Rahimuddin.
Ditambahkannya, pada pemadaman beberapa hari lalu PLN sedang melakukan pemeliharaan berkala pada salah satu pembangkit di PLTG Tanjung Batu yang berkapasitas 15 MW. Untuk setiap pemeliharaan, mesin harus dalam keadaan mati.
”Jadi, kita kekurangan daya 15 MW lagi. Dengan kondisi kelistrikan yang ada, tidak beroperasinya satu pembangkit menjadi masalah yang amat serius,” ujar Rahimuddin.
Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa pasokan gas untuk pembangkit listrik di Tanjung Batu tidak mencukupi. Sehingga, terkadang PLN harus menggunakan bahan bakar solar untuk pembangkit yang seharusnya berbahan bakar gas.
”Itu memang bisa dilakukan, tetapi jelas kemampuannya menurun dan perawatannya mesti diperhatikan lebih ketat. Ini juga yang terkadang menjadi pertanyaan bagi kami, Kaltim ini daerah kaya, tetapi kenapa kami tak bisa memanfaatkan sumber alamnya,” ungkapnya lagi.
Kembali dirinya menjelaskan, semua masalah itu benar-benar menyulitkan PLN. Kondisi itu semakin diperparah dengan kondisi mesin yang hampir semuanya uzur. Perawatan berkala mesti lebih sering dilakukan. Akibatnya pasti, pemadaman tak bisa dihindari.
”Sebenarnya kami sudah memperkirakan kapan perawatan mesin akan dilakukan. Tetapi, dengan kondisi mesin (tua, Red) yang ada sekarang, perkiraan yang kami buat tak bisa akurat lagi. Jadi, terkadang pemadaman harus dilakukan tanpa koordinasi. Kami menyesalkan itu,” keluhnya.
Pada kesempatan itu, PLN juga membeberkan program-program mereka untuk mengatasi krisis kelistrikan. Dari berbagai program inilah, manajemen PLN yakin jika byar pet listrik tidak akan kembali terjadi mulai awal tahun 2009.
Salah satu program jangka pendek yang sedang digeber oleh PLN adalah, segera mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Embalut milik Cahaya Fajar Kaltim (CFK) di Tanjung Batu, Kukar. Saat ini, satu mesin milik CFK sudah beroperasi. Tetapi, masih tahap uji coba. Jadi, kalau mesin milik CFK sedang masuk ke sistem, daya kita bertambah. Tapi, kalau sedang tidak, beroperasi maka PLN secara otomatis kehilangan daya.
”Dalam tahap uji coba saat ini, listrik yang dihasilkan oleh CFK adalah 22,5 MW. Semoga saja akhir Desember mendatang, pembangkit itu sudah bisa beroperasi secara penuh. Kami men-support habis-habisan untuk proyek CFK,” imbuh Rahimuddin.
Masih menurut dia, PLN juga sedang menunggu dua pembangkit yang diperkirakan beroperasi pada 2009 nanti. Yang pertama adalah PLTG Semberah dengan kapasitas 2X20 MW. Kemungkinan beroperasi Januari atau Februari 2009 mendatang. Lalu, PLTD MFO Cogindo dengan kapasitas 40 MW. Kemungkinan akan mulai operasi pada September 2009 nanti.
Usai paparan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Di saat inilah Rahimuddin dibuat ”babak belur” karena harus menjawab berbagai pertanyaan kritis dari anggota KNPI dan anggota OKP yang hadir. Garis besar pertanyaaan adalah tentang tidak ada koordinasinya PLN dengan masyarakat saat pemadaman dilakukan. Ada juga audiens yang bertanya kondisi mesin generator set (genset) bantuan Pemkot Balikpapan yang saat ini ada di PLTD Batakan.
Di akhir acara, Muhaimin meminta kepada PLN agar dapat memenuhi janjinya bebas byar pet listrik tahun 2009. Untuk kepentingan itu, KNPI menyatakan mereka siap mengawal apapun kebijakan yang dilakukan oleh PLN, sampai 2009 mendatang. Namun, jika nantinya komitmen yang dijanjikan tak terwujud, maka KNPI akan datang lagi, tetapi dengan aksi yang berbeda. Intinya, meminta pertanggungjawaban dari PLN tentang krisis listrik.(qra)
Hypermart Balikpapan
November 28, 2008












Balikpapan view from penajam
November 28, 2008

2010 TPK KIK Rampung
November 28, 2008
Semayang Khusus Pelabuhan Penumpang
Wakil Wali Kota (Wawali) Balikpapan, H Rizal Effendi SE, memastikan pada 2010, Pelabuhan Semayang hanya akan berfungsi sebagai pelabuhan khusus penumpang dan tak lagi menjadi pelabuhan peti kemas. Selama ini di pelabuhan Semayang berlangsung dua aktivitas, bongkar muat barang serta penyusunan kontainer, dan turun naik penumpang. Kedua aktivitas itu berlangsung di satu lokasi, sehingga membuat pelabuhan Semayang sempit dan kurang tertata rapi.
“Jadi di Pelabuhan Semayang, tidak ada kegiatan bongkar barang,” kata Wawali Rizal, saat memberikan sambutan dalam acara ekspos Kawasan Industri Kariangau (KIK), di aula balaikota, Kamis (27/11).
Kata Rizal, pengosongan aktivitas peti kemas baru bisa dilakukan setelah pembangunan pelabuhan Terminal Peti Kemas (TPK) di KIK rampung. “Sebab tahun ini, Pemkot konkret dalam mewujudkan kawasan Kariangau menjadi kawasan industri,” tandasnya.
Pelabuhan TPK, ia menguraikan, dibangun di atas lahan seluas 57,5 hektare, diperuntukan untuk pelayanan peti kemas, general cargo, curah dan batu bara. Tak hanya itu, rencana pengembangan meliputi terminal peti kemas yang terdiri dari dermaga 650 m (5 berth), terminal multipurpose terdiri dari lapangan penumpukan 33.258 meter persegi, dermaga 520 m (4 berth), terminal curah terdiri dari dermaga 260 m (2 berth), terminal batu bara terdiri dari pengerukan , penambahan stockpilling 8 buah (105 m x 82,25 m).
Secara terpisah, Divisi Teknis PT Pelindo Pelabuhan IV Cabang Balikpapan, Junaedi mengungkapkan, secara teknis pelabuhan TPK Kariangau kemungkinan rampung pada 2012. Saat ini progress TPK b berupa pematangan lahan. “Saat ini sedang dilakukan pekerjaan land clearing (pematangan lahan) tahap pertama pada kawasan TPK di KIK,” jelasnya menjawab Post Metro di kantornya, kemarin.
Pembangunan TPK, dikatakan Junaedi, dikarenakan pelabuhan Semayang sudah terlalu padat dengan lokasi yang sangat sempit. Sedangkan menunggu pembangunan TPK KIK rampung, pihak Pelindo menambah kapasitas terminal penumpukan peti kemas. Area baru yang akan dijadikan tempat penumpukan itu merupakan Maintenance Service Garage (MSG) yang lokasinya tepat di samping pintu II pelabuhan Semayang dan berseberangan dengan pulau Tukung.
“Tempat penumpukan peti kemas itu, akan rampung tahun depan,” tandasnya seraya mengatakan, jika TPK KIK rampung operasional pembongkaran barang menggunakan teknologi. “Kalau saat ini di Pelabuhan Semayang masih menggunakan alat manual, jadi pasti berbeda,” imbuhnya.(aya)
Pandega Segera Reklamasi Pantai
November 27, 2008
Ketika banyak pengembang sedang “tiarap”, PT Pandega Citra Niaga (PCN) justru keranjingan membangun. Baru saja rampung membuka Balikpapan Trade Centre (BTC), pengembang yang juga mengelola Plaza Balikpapan (dulu dikenal Balikpapan Center), sudah siap-siap mereklamasi pantai yang ada di belakang gedung Plaza Balikpapan.
Pantai yang direklamasi seluas 4 hektare. Di atas lahan itu, nanti akan berdiri hotel, apartemen, office park, convention center, dan sarana hiburan. Jika semua fasilitas tadi terbangun, maka akan membentuk satu kawasan niaga terpadu di atas lahan 8 hektare yang disebut The Plaza Balikpapan. Saat ini fasilitas yang terwujud adalah Plaza Balikpapan dan BTC.
“Januari 2009, sudah mulai ada kegiatan reklamasi. Kita harus bergerak cepat, agar semuanya juga cepat selesai,” kata Direktur PCN Ongky P Soemarno belum lama ini.
Tak hanya proyek reklamasi, PCN juga menyegerakan pembenahan wajah Plaza Balikpapan dengan melakukan renovasi. Dimulai dengan membangun skybridge, skywalk, dan skydeck.
“Untuk proyek ini Desember sudah dikerjakan. Soal dana tak masalah, semua sudah tersedia,” lanjut Ongky.
Setelah beres, diteruskan dengan merenovasi bagian dalam mal. Renovasi meliputi penataan ulang letak tenan, hingga penambahan ruang-ruang baru.
“Pokoknya semunya lebih fresh dan memberi kenyamanan pengunjung,” lanjutnya.
Dijelaskan, untuk menyelesaikan konsep The Plaza Balikpapan, paling sedikit diperlukan dana Rp 500 miliar. Meski cukup besar, manajemen yakin semua bisa diatasi. Pasalnya, sejak awal manajemen sudah punya komitmen tinggi kepada konsumen. BTC contohnya, meski dibangun belakangan dibanding proyek-proyek properti di Balikpapan, ternyata bisa rampung paling awal.
“Sejak awal pembangunan, kami sudah ditunjang oleh modal yang kuat. Kami hanya mengandalkan 20 persen modal konsumen. Sisanya dari pinjamam bank, perusahaan, dan tenat besar. Dna semua sudah siap. Makanya BTC bisa selesai hanya 1 tahun,” bebernya.(ind)
Update Pabas November
November 27, 2008
Rencananya buka 22 Des, hmm…

Control Room XXI
Entrance XXI

Lagoon Food Court

Balikpapan Trade Center Soft Opening
November 20, 2008
A&W Rambah Balikpapan
November 20, 2008
BALIKPAPAN – Semakin banyak pilihan warga Balikpapan untuk kongkow sambil menikmati fast food. Pilihan itu bertambah setelah A&W Restaurant membuka gerainya di Balikpapan Trade Center (BTC), Senin (18/11) lalu. Kemarin, pada pembukaan hari ke dua, antusiasme warga sangat besar. Mereka rela antre demi mendapatkan menu favoritnya.
Area Manager A&W Kaltim M Husin mengatakan, franchise di Balikpapan ini adalah langkah awal pihaknya untuk masuk di Kaltim. “Setelah Balikpapan, kita akan membuka di Samarinda. Bulan depan proses sudah mulai,” kata Husin kepada Kaltim Post, kemarin. Sementara, pelayan didatangkan dari Jakarta. Nantinya, akan direkrut tenaga lokal.
Husin menambahkan, pihaknya optimistis A&W akan mendapatkan tempat di hati warga Balikpapan dan Kaltim. Pasalnya, yang ditawarkan juga merupakan menu baru dan khas, tidak ada di tempat lain.
“Kita yakin kok,” katanya. Lokasi A&W yang persis di pintu masuk bagian samping BTC membuat gerai ini mudah dilihat. Kemudian, saat menikmati menu, pengunjung bisa menikmati keindahan laut serta memiliki sudut pandang yang luas, sehingga tidak mudah bosan.
Menu khas yang ditawarkan A&W diantaranya root beer float, waffle ice cream, mozza burger (daging ukuran besar). Kaltim Post sudah merasakan langsung menu yang ditawarkan itu. Rasanya memang khas dan unik. Ukuran standar dari menu itu sudah cukup mengenyangkan. “Pokoknya, apa yang ditawarkan A&W di Jakarta juga ada di sini,” papar Husin.
Selama masa promosi yang terbatas, pengunjung mendapatkan mug gratis. Sedangkan pengunjung yang berbelanja di atas Rp 100 ribu, mendapatkan boneka A&W. Saat ini, jam operasi masih mengikuti jadwal buka mal. Tapi, tidak menutup kemungkinan untuk diperpanjang dan ruangan diperluas, tergantung sambutan warga dan izin dari pihak pengelola mal.(dea)
Transportasi Terpadu Balikpapan
November 17, 2008
Satu Bus Angkut 40 Penumpang
Halte Mirip Busway, Awal 2009 Beroperasi
Persiapan pengoperasian angkutan massal berupa bus mini terus dilakukan jajaran Dinas Perhubungan (Dishub). Tahap awal, 20 unit bus mini akan beroperasi. Satu unit bus akan mampu mengangkut hingga 40 penumpang, berarti untuk 20 unit bus yang akan beroperasi, akan mampu mengangkut total 800 penumpang.
”Kemungkinan akhir Desember ini, 20 unit bus mini itu datang ke Balikpapan dari Jakarta. Jadi kita mulai persiapkan halte dan koridornya masing-masing,” kata Kepala Dishub, Drs Kadarsyah MM didampingi Kepala Seksi Angkutan, Soni Rustanto.
Kepada Post Metro di kantornya belum lama ini, ia mengungkapkan, pihaknya telah menentukan lokasi mana saja yang nantinya akan dibangun halte yakni sepanjang jalan utama, Jl. Jenderal Sudirman dan Jalan Ahmad Yani, serta Jl. Sokerano-Hatta.
Halte tadi tidak sepenuhnya dibangun, ada pula halte yang kini sudah tersedia namun dilakukan renovasi untuk mendukung beroperasinya bus mini.
”Halte itu harus ada setiap 400 hingga 500 meter. Tapi ini masih akan dikondisikan lagi daerah mana yang pantas dibangun, khususnya tempat-tempat yang banyak penumpang,” terang Soni Rustanto.
Dia memastikan, program angkutan massal atau secara resmi dikenal sebagai Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) ini telah melewati kajian dari badan independen Lembaga Kerjasama Fakultas Teknik Transportasi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Kajian secara teknis dilakukan terhadap kelaikan pengembangan angkutan umum massal yang cocok diterapkan di Balikpapan.
Lebih lanjut Soni Rustanto menerangkan, nantinya akan dibangun tiga koridor bus SAUM yakni koridor satu memiliki jalur angkutan dari Km 8 Soekarno-Hatta menuju Krang Anyar hingga Jalan Letjen Soperapto. Sedangkan jalar dua mulai dari Km 8 Soekarno-Hatta menuju Muara Rapak, Gunung Sari, Plaza Balikpapan hingga kawasan Ruko Bandar Klandasan.
”Untuk koridor terakhir jurusannya mulai dari Jalan Jenderal Sudirman, Yos Sudarso, Muara Rapak, Karang Anyar, Gunung Sari dan kembali menuju Jenderal Sudirman. Begitu sebaliknya, angkutan massal terus berotasi sesuai jalurnya,” papar Soni.
Di setiap koridor, ia mengatakan, akan dibangun semacam tempat berputarnya bus, dan sepanjang jalur yang dilalui dibangunkan halte setinggi 70 cm, seperti yeng terlihat pada halte busway. Hanya saja, jalur bus mini tersebut tetap menggunakan jalan umum biasa. Jadi tidak ada jalur khusus seperti busway seperti di Jakarta. Hal ini dikarenakan adanya penyesuaian sistem angkutan umum massal yang di dasarkan atas kondisi geografis Kota Balikpapan, mengingat struktur wilayahnya tidak rata seperti kota lain.
”Ini bukan busway, hanya angkutan bus biasa. Kalau di Balikpapan belum tepat diberlakukan sistem angkutan bus way, karena jalurnya yang naik turun gunung berbeda dengan Jakarta,” tandas dia.
Soni menambahkan, bus mini sebanyak 20 unit yang akan beroperasi di awal tahun 2009 merupakan bantuan dari pemerintah pusat atas prestasi Kota Balikpapan meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) bulan Februari lalu, melalui Dirjen Perhubungan Darat Departemen Perhubungan Pusat.
Sopir angkutan kota (angkot) tidak perlu khawatir dengan bakal beroperasinya 20 unit bus mini karena pihak terkait akan dilibatkan dalam bentuk konsorsium melalui wadah sopir dan pengusaha angkot seperti Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda), Forum Komunikasi Pengemudi Angkot Balikpapan (Forkopab), Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) dan lainnya.
“Kalau masalah jumlah sopir yang direkrut dan berapa angkot yang diputihkan, kita belum dapat memastikan, karena masih dalam pembahasan. Yang jelas, penumpang yang bisa diangkut setiap busnya sekitar 30 sampai 40 orang,” pungkas Soni.(die)