MASJID Agung Attaqwa boleh disebut masjid termegah dan terbesar di Balikpapan. Itu bisa tercapai bila bangunan yang sekarang dibuat berdiri dengan sempurna berlantai tiga. Namun untuk menyelesaikan tempat ibadah tersebut agar terlihat megah, pengurus harus menghimpun dana yang cukup besar, yaitu Rp 65 miliar.

Anggaran ini untuk pembangunan tiga lantai, empat menara sudut yang tingginya mencapai 40 meter, dan sebuah menara utama setinggi 70 meter yang dilengkapi dengan sarana lift.

Sementara ini dana yang baru diperoleh pengurus hanya cukup untuk membangun satu lantai, yakni Rp 16 miliar. Proyek yang rencananya selesai akhir 2008 ini bisa jadi terhambat bila dana yang dimiliki panitia masjid sangat minim. Belum lagi perhitungan kenaikan komponen bahan bangunan seiring meroketnya harga BBM.

Kini, pengurus Masjid Agung Attaqwa yang jadi kebanggaan warga Kota Balikpapan itu hanya bisa mengharapkan sumber dana dari Pemprov dan Pemkot, selebihnya dari sumbangan masyarakat.

Masjid yang berada di pusat kota Jl Jenderal Sudirman ini pernah dikunjungi oleh tokoh-tokoh penting dan terkenal. Seperti BJ Habibie, Menteri Penerangan Harmoko, Menteri Agama Tarmizi Taher, serta sejumlah dai populer semisal Zainuddin MZ, Arifin Ilham, Aa Gym, (Alm) H Gito Rollies, Harry Mukti, serta Ustazah Neno Warisman dan Lutfia Sungkar.

Sejumlah kegiatan pemerintah kota yang bernuansa keagamaan juga acap dilaksanakan di Masjid Attaqwa. Pemimpin kota, baik Wali Kota Balikpapan maupun Wawali sering salat Id di masjid yang dibangun pada 1922 ini.

Advertisements

PT Daya Simpati Group (DSG) selaku investor pembangunan pasar induk Balikpapan yang terletak di RT 61 Kelurahan Batu Ampar Balikpapan Utara atau tepatnya dibelakang rumah pemotongan hewan (RPH) Jalan Soekarno-Hatta Km 5,5 saat ini sedang dilakukan penataan lahan.

Dari pantauan Metro, di lokasi pembangunan pasar induk tersebut telah terpasang plang bertuliskan segera dibangun Pasar Induk Balikpapan oleh investor PT DSG, dengan nomor izin mendirikan bangunan (IMB) 000586/BPID/IMB/BU/BA. Selain itu, terdapat juga satu unit traktor bersama beberapa pekerja yang mulai melakukan penataan lahan.

“Penataan lahan ini sudah mulai dilakukan seminggu lalu,” kata Kasubag Inventarisasi bagian perlengakapan pemkot Balikpapan, Agus Khairul Ilmi kepada Metro di balaikota, Selasa (1/7) kemarin.

Menurut Agus, peletakan batu pertama pembangunan pasar induk ini akan dilakukan setelah penataan lahan selesai dikerjakan dan selanjutnya diikuti dengan pembangunan berbagai sarana dan prasarana pasar. “Dalam sebulan ini kalau penataan lahan bisa selesai kemungkinan akan dilakukan peletakan batu pertama karena sudah ada IMB-nya,” ujar dia.

Ia mengaku, pembangunan pasar induk ini menelan anggaran sekitar Rp 100 miliar, yang dibiayai secara penuh oleh investor pada lahan seluas 5,8 hektare, dengan lama pekerjaan sekitar 2 tahun. “Biaya pasar induk ini murni dari investor, sedangkan lahannya dari pemerintah kota dengan bentuk kerjasama BOT atau saat ini disebut bangun guna usaha,” bebernya.

Rencananya, kata dia, pasar induk ini dibangun dua gedung utama masing-masing untuk pasar grosir basah dan pasar grosir kering yang dilengkapi dengan pengolahan limbah. “Masing-masing grosir terdapat 100 kios jadi total kios pasar induk untuk dua grosir sebanyak 200 kios,” terangnyas.

Sedangkan fungsi utama pembangunan pasar induk ini adalah untuk mengatasi kemacetan lalulintas di Pasar Pandansari, akibat penumpukan truk sayuran dari luar daerah, serta untuk mensortir sampah basah yang berasal dari sayuran yang diangkut oleh truk, untuk dipasarkan pada beberapa pasar tradisional di Balikpapan. “Harapan kami jika pasar induk ini telah terbangun akan mengurangi sampah sayuran ataupun buah-buahan sehingga siap untuk dijual,” pungkasnya.(bm-4)

Pembangunan struktur hotel dan apartemen Pasar Baru Square (PaBas) sempat terbengkalai yang disebabkan karena pihak PT Hasta Kreasimandiri (HKM)—pengembang PaBas fokus terhadap pembangunan shopping mal, Project Manager HKM, Ir Oktavianus Susilo menjelaskan, pihaknya saat ini telah melanjutkan pembangunan struktur hotel dan apartemen.

“Saat ini pembangunan struktur hotel dan apartemen telah dilanjutkan kembali. Kita pun sekarang sedang menyelesaikan pembangunan hingga lantai 5,” terang dia kepada Metro belum lama ini.

Dikatakan, jumlah lantai yang dimiliki oleh hotel dan apartemen PaBas terdiri dari 17 lantai. “Hal ini menandakan, kami harus melanjutkan pembangunan sebanyak 12 lantai lagi. Tetapi, untuk saat ini, kami juga tetap fokus terhadap pembangunan dan fisnihing di area shopping mal. Pasalnya, ada 2 tenant besar yang akan siap masuk di PaBas. Mereka akan siap masuk, apabila proses fisnihing sudah selesai,” papar dia.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya juga telah melakukan pemasangan keramik di area shopping mal. “Kami sudah sekitar 1 minggu untuk melakukan pemasangan keramik. Intinya, kami harus sudah selesai hingga pertengahan Juli 2008 mendatang,” ungkapnya.

Perlu diketahui, Pasar Baru Square akan menjadi salah satu pusat belanja terbesar dan terlengkap di kota minyak Balikpapan, yang kelengkapannya tak hanya di pusat perbelanjaan yang berlokasi di kawasan Jalan Jenderal Sudirman ini, tak hanya berupa pusat belanja saja, melainkan juga menyediakan berbagai macam fasilitas lainnya. Salah satunya, hotel dan apartemen.(cha)