Proyek Telagasari Capai 75 Persen

July 21, 2008

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Balikpapan, Ir Sri Sutantinah menjamin, bahwa proyek Jalan Telagasari bakal selesai Agustus 2008 mendatang. Sedangkan pekerjaan drainase dan tanggul, baru akan selesai sekitar September 2008. “Kami yakin proyek Telagasari selesai tepat waktu,” ujar Sri Sutantinah menjawab Metro di kantornya, belum lama ini.

Ia mengatakan, dari sisi dana, sejauh ini pemkot tidak ada kendala. Justru dana yang dikeluarkan masih di bawah plafon anggaran yang ditetapkan sebesar Rp 25,2 miliar.

Dana yang telah terpakai untuk drainase, terang dia, mencapai Rp 16 miliar. Sedangkan untuk proyek jalan Telagasari sebanyak Rp 5,9 miliar. Sementara kondisi pelaksanaan pembangunan proyek telah mencapai 75 persen.

Dia mengatakan, setelah seluruh pekerjaan jalan, drainase dan tanggul selesai, maka akan dilanjutkan dengan pembuatan bozem dengan mata anggaran tahun 2009 sebesar Rp 15 miliar. “Masih ada 3 hektare lahan di kawasan ini yang bisa dijadikan bozem,” ujarnya.

Dia mengatakan, nantinya bozem akan mengembalikan fungsi telaga seperti semula. Yaitu sebagai kawasan resepan air, sehingga air yang berasal dari dataran tinggi Telagasari bisa ditahan di bozem tersebut untuk kemudian dialirkan ke bawah.

Ia mengatakan, dengan dibangunnya bozem, maka lapangan sepak bola yang ada sekarang akan hilang, dan kantor-kantor yang ada di kawasan ini tentu akan berada di atas bozem. “Yang berubah menjadi bozem, adalah lahan kosong. Sedangkan kantor Dinas Pasar dan kantor Kurah Telagasari tidak akan dipindahkan,” jelasnya.

Sementara Project Produksi Manager PT Adhi Karya, Suharyanto memastikan proyek drainase Telagasari selesai pada September mendatang. Ia mengatakan, seluruh rangkaian pekerjaan Telagasari bisa lebih cepat selesai dari jadwal yang ditentukan yaitu selama 9 bulan, namun karena cuaca yang sering hujan membuat pekerjaan menjadi tertunda. “Kalau hujan lebat, kawasan ini menjadi terendam, sehingga menghambat pekerjaan,” ujarnya.

Menurut Suharyanto kesulitan yang dihadapi pekerja adalah pembuangan air hanya ada satu jalur yaitu ke lokasi tempat proyek sedang dikerjakan, sehingga begitu air menggenang pekerjaan pun menjadi tertunda.

Biasanya, lanjut dia, untuk pembangunan sebuah waduk, air sungainya dialihkan ke lain, sehingga para pekerja bisa cepat mengerjakan proyek tersebut. Tetapi untuk Telagasari aliran air justru mengarah ke tempat proyek dan mengakibatkan para pekerja terhambat untuk mengerjakan proyek tersebut. “Kami yakin proyek ini selesai tepat waktu yaitu bulan Sepetember,” imbuhnya.

Dari pantauan Metro di lapangan, saat ini para pekerja sedang sibuk memasang beton untuk menahan laju air yang menuju ke Gunung Sari Ilir (GSI) bawah, yang nantinya untuk menahan luncuran air akan dibuatkan saluran secara berjenjang dari Telagasari ke bawah sehingga air tidak langsung meluncur ke bawah tetapi melewati jenjang yang ada (are)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: