Balikpapan bersolek menuju semimetropolitan

July 27, 2008

Ketersediaan infrastruktur seperti listrik dan air bersih masih jadi kendala, tapi bisnis properti di Balikpapan terus bergerak naik. Superblok menjadi salah satu jenis properti yang muncul di kota minyak itu.

Konsep seven in one merupakan salah satu selling point yang ditawarkan PT Wulandari Bangun Laksana (PAM Group) dalam proyek Balikpapan Superblock. Di dalamnya terdapat a.l. apartemen, supermal, ruko, city walk, taman perkantoran, dan Water World. Untuk sarana city walk, konsumen dimanjakan dengan kafe dan restoran.

Untuk merealisasi proyek seluas 15 hektare itu, dana yang dibenamkan mencapai Rp2 triliun.

Selain Balikpapan Superblock, kota yang merupakan pusat bisnis di Kalimantan Timur itu juga mempunyai Grand Sudirman Balikpapan yang dibangun PT Helindo Bangunraya Sejahtera. Proyek ini memiliki tiga menara terintegrasi-hotel, perkantoran, apartemen/kondominium-dalam satu kawasan terpadu yang mulai dioperasikan secara penuh Agustus 2008.

Di dalam proyek seluas 2 ha itulah terdapat Panin Tower yang memiliki 17 lantai. Dua menara lainnya ialah Aston Residence dan Aston Grand Sudirman yang realisasinya tinggal menunggu waktu.

Beralih ke PT Hasta Kreasimandiri. Anak perusahaan Hasta Group ini menggarap pusat perbelanjaan dipadukan dengan hotel dan apartemen setinggi 80 meter terdiri dari 17 lantai yang diberi nama Pasar Baru Square.

Dengan target pembangunan rampung awal semester kedua tahun depan, kini PT Hasta telah menyelesaikan pemancangan struktur mal. Tinggal proses struktur bangunan hotel dan apartemen. Kepala Cabang PT Hasta Kreasimandiri Puguh Santoso mengatakan progres kondisi fisik sudah 70%. Lantai dasar yang berupa kios-kios akan ditempati 2.148 pedagang.

Proyek yang menelan Rp500 miliar dan menempati areal 130.000 m2 ini terdiri dari ruko 25 unit, apartemen 64 unit, dan 130 kamar hotel. Ditambah areal parkir lima lantai yang mampu menampung 1.000 unit motor dan 800 kendaraan roda empat.

Tak mau kalah, kota Balikpapan juga kedatangan pemain baru, yaitu PT Sesi Properti Indonesia yang berencana mendirikan SeaView Apartement di kawasan Pantai Mas Permai dan PT Pandega Citraniaga yang menggarap The New Plaza Balikpapan. Saat ini Pandega mengebut pembangunan Balikpapan Trade Center yang menjadi bagian dari grand design ekspansinya.

Panorama laut

Sebagian besar pengembang di Balikpapan mengandalkan panorama laut sebagai salah satu jualannya.

Jalan Sudirman sepanjang 8 km di kota minyak itu memang berada di sisi perairan Teluk Balikpapan. Gedung-gedung bertingkat atau apartemen yang berada di sekitar area tersebut pun memiliki view laut yang biru ketika hari cerah atau laut kelam bermandi cahaya lampu rig-rig pengeboran minyak lepas pantai di kala malam.

Masih dari kawasan Sudirman, sepanjang bibir pantai Teluk Balikpapan, pemda setempat berencana membangun coastal road. Dalam enam bulan ke depan, diperkirakan pembangunan coastal road akan bergulir.

Langkah ini kian mantap setelah Pemkot Balikpapan meneken nota kesepahaman dengan PT Indoliziz, salah satu kontraktor Malaysia untuk membangun coastal road ini. Rencananya pembangunan coastal road dimulai dari Pelabuhan Semayang hingga Bandara Sepinggan dan menghabiskan dana Rp2,5 triliun.

“Kawasan ini akan dilebarkan ke arah laut dan ini mampu mendongkrak munculnya proyek properti baru dan mendorong kota ini menjadi semi metropolitan,” ujar Sudiyanto.

Setidaknya lima pengembang yang tertarik untuk ikut menggarap pembangunan coastal road yakni PT SeaView, PT Pandega Citraniaga, PT Hasta Kreasimandiri, dan PT Wulandari Bangun Laksana.

Pengembangan bisnis properti di Balikpapan memang tengah menggeliat. Kalangan swasta pun menyambut baik gelagat positif ini.

Ketua DPD Realestat Indonesia (REI) Kaltim J. Sudiyanto, mengungkapkan selain Samarinda, Kota Balikpapan memang menjadi kutub perkembangan pasar properti di provinsi itu.

Jika Balikpapan unggul dari sisi populasi expatriat sehingga mendongkrak pasar properti apartemen di wilayah itu, maka Samarinda kuat di pasar landed house.

“Pasar properti di Kaltim saat ini terus bergairah, baik apartemen ataupun landed house,” kata Sudiyanto.

Begitu juga dengan Wakil Ketua Kadin Kota Balikpapan Ervan Pandji yang menilai pasar properti di Balikpapan sangatlah besar. Tinggal bagaimana Pemkot Balikpapan menyinergikan program kerja untuk mengimbangi perkembangan properti kawasan bisnis terpadu dengan fasilitas publik lain yang menjadi kebutuhan masyarakat. (redaksi@bisnis.co.id)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: