2009, Bebas Byar Pet Listrik

November 28, 2008

Janji PLN saat Dialog dengan KNPI dan OKP

BALIKPAPAN–Kepala PLN Cabang Balikpapan, Rahimuddin didampingi Manajer Niaga PLN Wilayah Kaltim, Erfit Meizon benar-benar dibuat ‘babak belur’ setelah dihajar berbagai pertanyaan kritis menyangkut seringnya byar pet listrik usai penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII. PLN diblejeti habis-habisan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Balikpapan dan Organisasi Kepemudaan (OKP) yang kemarin mendatangi kantor PLN Cabang Balikpapan.

“PLN tidak transparan soal byar pet listrik, makanya masyarakat kesal. Humas PLN yang semestinya memberikan informasi ke masyarakat, tidak berfungsi,” protes seorang aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang menjadi peserta diskusi dengan manajemen PLN, kemarin.

Tidak transparannya PLN karena selama ini manajemen PLN Balikpapan tidak memberikan penjelasan langsung ke publik setiap kali terjadi byar pet listrik diluar jadwal yang telah ditetapkan. Padahal di jajaran PLN Balikpapan terdapat Bagian Humas yang semestinya secara proaktif memberikan informasi ke publik.

Berbagai pertanyaan serta protes atas buruknya kinerja PLN terlontar hingga akhirnya PLN memberikan jaminan, awal tahun 2009 tidak akan lagi terjadi byar pet listrik seperti sekarang.

Dialog yang digagas KNPI dan OKP dimoderatori langsung oleh Ketua DPD KNPI Balikpapan, Ir Muhaimin MT, sedangkan audiens yang hadir berasal dari jajaran pengurus KNPI dan perwakilan OKP di Balikpapan.

Sebelum sesi tanya jawab dimulai, Rahimuddin menjelaskan secara gamblang soal kendala yang dihadapi PLN serta jaminan dari PLN bahwa Kaltim khususnya Balikpapan akan bebas byar pet listrik tahun 2009. ”Kami menjanjikan awal 2009 mendatang, Kaltim (khususnya Balikpapan, Red.) bebas byar pet. Tetapi untuk itu semua, kami mohon dukungan dari semua warga,” tandas Rahimuddin.

Dihadapan audiens, Rahimuddin memaparkan, tentang kondisi kelistrikan di Sistem Mahakam. Dijelaskan oleh Rahimuddin, pertumbuhan energi listrik di Balikpapan sangat tidak sebanding dengan kecepatan penyediaan listrik oleh PLN. Saat ini, daftar tunggu yang ada di Balikpapan sebanyak 21.300 pelanggan dengan daya 78,9 MW. Sedangkan, saat ini PLN Balikpapan sedang kekurangan cukup banyak daya. Pada penghitungan terakhir, daya mampu PLN pada malam hari 182 MW sedangkan beban puncak berada di angka 200 MW. Terjadi kekurangan daya sebesar 18 MW. Untuk menutupi itu, PLN terpaksa melakukan pemadaman di beberapa tempat.

”Tetapi yakinlah, pilihan pertama jika memang harus melakukan pemadaman adalah kawasan industri dan bisnis. Hotel yang paling sering kami jadikan sasaran,” ungkap Rahimuddin.

Ditambahkannya, pada pemadaman beberapa hari lalu PLN sedang melakukan pemeliharaan berkala pada salah satu pembangkit di PLTG Tanjung Batu yang berkapasitas 15 MW. Untuk setiap pemeliharaan, mesin harus dalam keadaan mati.

”Jadi, kita kekurangan daya 15 MW lagi. Dengan kondisi kelistrikan yang ada, tidak beroperasinya satu pembangkit menjadi masalah yang amat serius,” ujar Rahimuddin.

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa pasokan gas untuk pembangkit listrik di Tanjung Batu tidak mencukupi. Sehingga, terkadang PLN harus menggunakan bahan bakar solar untuk pembangkit yang seharusnya berbahan bakar gas.

”Itu memang bisa dilakukan, tetapi jelas kemampuannya menurun dan perawatannya mesti diperhatikan lebih ketat. Ini juga yang terkadang menjadi pertanyaan bagi kami, Kaltim ini daerah kaya, tetapi kenapa kami tak bisa memanfaatkan sumber alamnya,” ungkapnya lagi.

Kembali dirinya menjelaskan, semua masalah itu benar-benar menyulitkan PLN. Kondisi itu semakin diperparah dengan kondisi mesin yang hampir semuanya uzur. Perawatan berkala mesti lebih sering dilakukan. Akibatnya pasti, pemadaman tak bisa dihindari.

”Sebenarnya kami sudah memperkirakan kapan perawatan mesin akan dilakukan. Tetapi, dengan kondisi mesin (tua, Red) yang ada sekarang, perkiraan yang kami buat tak bisa akurat lagi. Jadi, terkadang pemadaman harus dilakukan tanpa koordinasi. Kami menyesalkan itu,” keluhnya.

Pada kesempatan itu, PLN juga membeberkan program-program mereka untuk mengatasi krisis kelistrikan. Dari berbagai program inilah, manajemen PLN yakin jika byar pet listrik tidak akan kembali terjadi mulai awal tahun 2009.

Salah satu program jangka pendek yang sedang digeber oleh PLN adalah, segera mengoperasikan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Embalut milik Cahaya Fajar Kaltim (CFK) di Tanjung Batu, Kukar. Saat ini, satu mesin milik CFK sudah beroperasi. Tetapi, masih tahap uji coba. Jadi, kalau mesin milik CFK sedang masuk ke sistem, daya kita bertambah. Tapi, kalau sedang tidak, beroperasi maka PLN secara otomatis kehilangan daya.

”Dalam tahap uji coba saat ini, listrik yang dihasilkan oleh CFK adalah 22,5 MW. Semoga saja akhir Desember mendatang, pembangkit itu sudah bisa beroperasi secara penuh. Kami men-support habis-habisan untuk proyek CFK,” imbuh Rahimuddin.

Masih menurut dia, PLN juga sedang menunggu dua pembangkit yang diperkirakan beroperasi pada 2009 nanti. Yang pertama adalah PLTG Semberah dengan kapasitas 2X20 MW. Kemungkinan beroperasi Januari atau Februari 2009 mendatang. Lalu, PLTD MFO Cogindo dengan kapasitas 40 MW. Kemungkinan akan mulai operasi pada September 2009 nanti.

Usai paparan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Di saat inilah Rahimuddin dibuat ”babak belur” karena harus menjawab berbagai pertanyaan kritis dari anggota KNPI dan anggota OKP yang hadir. Garis besar pertanyaaan adalah tentang tidak ada koordinasinya PLN dengan masyarakat saat pemadaman dilakukan. Ada juga audiens yang bertanya kondisi mesin generator set (genset) bantuan Pemkot Balikpapan yang saat ini ada di PLTD Batakan.

Di akhir acara, Muhaimin meminta kepada PLN agar dapat memenuhi janjinya bebas byar pet listrik tahun 2009. Untuk kepentingan itu, KNPI menyatakan mereka siap mengawal apapun kebijakan yang dilakukan oleh PLN, sampai 2009 mendatang. Namun, jika nantinya komitmen yang dijanjikan tak terwujud, maka KNPI akan datang lagi, tetapi dengan aksi yang berbeda. Intinya, meminta pertanggungjawaban dari PLN tentang krisis listrik.(qra)

3 Responses to “2009, Bebas Byar Pet Listrik”

  1. ade Says:

    apa bedanya pelanggan dijakarta dengan pelanggan di balikpapan ya, dijakarta baru mati dua hari pln langsung bereaksi ada kompensasi tapi di balikpapan bertahun-tahun mati kok reaksinya mati suri

  2. Hengky Says:

    2009 bebas pyar-pet, 2010 mulai lagi…gimana donk?

  3. Hengky Says:

    Bedanya kalo di JKT langsung di demo…kalo di Balikpapan langsung beli genset…hehehehe..di Palu juga langsung di demo..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: